Select Page

Pandemi Covid 19 sebagaimana yang ditetapkan oleh WHO telah berdampak pada kehidupan masyarakat hampir diseluruh dunia, dan tentu saja di komunitas di Indonesia. Pandemi ini telah berdampak pada hampir semua sendi sendi kehidupan masyarakat. Pandemi yang kemudian telah ditetapkan menjadi Bencana Nasional non alam ini telah berjalan lebih dari 4 bulan dan belum tahu kapan akan berakhirnya.

Kegiatan belajar mengajar yang merupakan kebutuhan dari Anak Anak juga terhambat, dimana kelas tatap muka tidak bisa diselenggarakan demi memutus mata rantai persebaran Covid-19. Sehingga belajar di rumah dengan menggunakan berbagai media yang menghubungkan Guru dan Murid seperti media sosial atau Daring menjadi pilihan. Akan tetapi ternyata tidak semua siswa bisa terhubung dengan media daring tersebut dengan berbagai alasan, misal koneksi , ketersediaan paket data dll. Hal inilah yang mendorog SDN Tegalontar bekerja sama denham Ra- dio Komunitas PPK FM Sragi untuk menyelenggarakan pembelajaran melalui radio komunitas. Hal ini dimaksudkan agar semua siswa SD bisa mengikuti pembelajaran saat Pandemi. Radio Komu- nitas dipilih sebagai media pembelajaran karena bisa menjangkau siswa yang tidak menggunakan pembelajaran DARING.

KEJAR RAKOM , Kelas mengajar melalui Radio Komunitas adalah nama program yang disepa- kati, melalui KEJAR RAKOM inilah kegiatan belajar mengajar Tahun Ajaran Baru dimulai walau tidak bisa tatap muka. Dengan situasi pandemi ini hidup sekarang boleh susah, tetapi masa de- pan anak – anak tetap harus dijaga dengan jalan pendidikan. Melihat Inovasi ini , Jaringan Radio Komunitas Indonesia merasa bahwa perlu adanya dukungan pemikiran dari banyak pihak agar Program KEJAR RAKOM ini mampu berkontribusi dalam pen- didikan bagi siswa. Selain itu juga inovasi Kejar Rakom ini bisa menginspirasi komunitas, Lembaga pendidikan dan radio komunitas lain untuk mengembangkan hal serupa.